Filed under: Uncategorized

SANITASI AIR DESA UNDRUS BINANGUN

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Salahnya pemanfaatan aliran sungai di desa undrus binangun membuat air sungai tercemar sehingga penyediaan air bersih berkurang, sehingga Akses terhadap air bersih dan sanitasi merupakan salah satu fondasi inti dari masyarakat  yang sehat, sejahtera dan damai. Hampir 50 persen di desa Undrus kabupaten Sukabumi kekurangan layanan-layanan dasar seperti ini. Sistem air bersih dan sanitasi yang baik akan menghasilkan  manfaat ekonomi, melindungi lingkungan hidup, dan vital bagi kesehatan manusia.

Masyarakat tidak selalu menyadari pentingnya kebersihan. Praktik-praktik kebersihan yang ada sering kali tidak kondusif bagi kesehatan yang baik dan kakus  tidak dipelihara atau digunakan dengan baik. Tingginya angka kejadian diare, penyakit kulit,  penyakit usus dan penyakit-penyakit lain yang berasal dari air di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah tetap  menjadi halangan yang seringkali terjadi dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat secara  umum di desa undrus kabupaten Sukabumi.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah pada makalah ini adalah

  1. Apa itu sanitasi dan apa hubungan sanitasi dengan air?
  2. Dari mana sumber-sumber air bersih?
  3. Apa upaya - upaya sanitasi air di desa Undrus?
  4. Apa syarat air bersih?
  5. Tujuan Masalah

C.  Tujuan dari makalah ini adalah untuk  mengetahui :

  1. Untuk mnegetahui apa itu sanitasi air
  2. Untuk mengetahui sumber-sumber air bersih
  3. Untuk melakukan upaya-upaya sanitasi air di desa Undrus
  4. Untuk mengetahui syarat air bersih

BAB II

PEMBAHASAN

A.  Pengertian Sanitasi

Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud  mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya  lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia.

  1. Definisi sanitasi menurut beberapa ahli, yaitu:
  2. Menurut Dr.Azrul Azwar. MPH, sanitasi adalah cara pengawasan masyarakat yang menitikberatkan kepada pengawasan terhadap berbagai faktor  lingkungan yang  mungkin mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.
  3. Menurut Hopkins, sanitasi adalah cara pengawasan terhadap faktor-faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap lingkungan.
  4. Menurut Ehler dan Steel (1958) sanitasi adalah usaha pencegahan Penyakit, dengan pemindahan penyakit.
  5. Sedangkan batasan WHO, yang dimaksud dengan sanitasi lingkungan adalah usaha pengawasan terhadap lingkungan fisik manusia yang dapat atau  mungkin dapat memberikan akibat yang merugikan kesehatan jasmani dan  kelangsungan hidupya.

Terdapat hubungan yang erat antara masalah sanitasi dan penyediaan air, dimana sanitasi berhubungan langsung dengan:

a. Kesehatan

Semua penyakit yang berhubungan dengan air sebenarnya berkaitan  dengan pengumpulan dan pembuangan limbah manusia yang tidak benar.  Memperbaiki yang satu tanpa memperhatikan yang lainnya sangatlah tidak efektif.

b. Penggunaan Air

Toilet siram desain lama membutuhkan 19 liter air dan bisa memakan hingga 40%  dari penggunaan air untuk kebutuhan rumah tangga. Dengan jumlah penggunaan  190 liter air per kepala per hari, mengganti toilet ini dengan unit baru yang  menggunakan hanya 0,7 liter per siraman bisa menghemat 25% dari penggunaan  air untuk rumah tangga tanpa mengorbankan kenyamanan dan kesehatan.  Sebaliknya, memasang unit penyiraman yang memakai 19 liter air di sebuah  rumah tanpa WC bisa meningkatkan pemakaian air hingga 70%. Jelas, hal ini  tidak diharapkan .di daerah yang penyediaan airnya tidak mencukupi, dan hal tersebut juga bisa  menambah jumlah limbah yang akhirnya harus dibuang dengan benar.

c. Penggunaan Ulang Air

Jika sumber daya air tidak mencukupi, air limbah merupakan sumber penyediaan  yang menarik, dan akan dipakai baik resmi disetujui atau tidak. Karena itu  peningkatan penyediaan air cenderung mengakibatkan peningkataan penggunaan  air limbah, diolah atau tidak dengan memperhatikan sumber-sumber daya tersebut supaya penggunaan ulang ini tidak merusak kesehatan  masyarakat.(Middleton, Richard. Makalah hijau: Air bersih, Sumber daya yang rawan)

B. Persyaratan Air Bersih

Air selain merupakan kebutuhan pokok bagi manusia, juga dapat menjadi sarana  penyebaran penyakit atau keracunan. Air bersih yang sehat harus memenuhi persyaratan  Peraturan Menteri Kesehatan No. : 416/MENKES/PER/IX/1990.Adapun persyaratan air bersih adalah:

  1. Syarat Fisik
  • Jernih
  • Tidak berwarna
  • Tidak berasa
  • Tidak berbau
  • Temperatur tidak melebihi suhu udara.

2. Syarat Kimia

  • Tidak mengandung unsur kimia yang bersifat racun.
  • Tidak mengandung zat yang menimbulkan gangguan kesehatan.

3. Syarat Bakteriologis :

Tidak mengandung kuman parasit, kuman patogen, bakteri E. coli. Ketentuan: Bila dari pemeriksaan 100 cc air terdapat kurang dari 4 bakteri    E.Coli maka air tersebut sudah memenuhi syarat kesehatan.

  1. Syarat Radio aktif :

Tidak mengandung sinar alfa dan sinar gamma.

 

C. Sumber Sumber Air

Pada prinsipnya semua air dapat diproses menjadi air minum. Seperti:

  1. Air Hujan

Air hujan dapat ditampung kemudian dijadikan air minum. Tetapi air hujan ini tidak  mengandung kalsium oleh  karena itu, agar dapat dijadikan air minum yang sehat  perlu ditambahkan kalsium didalamnya.

  1. Air sungai dan Danau ( Air Permukaan)

Menurut asalnya sebagian dari air sungai dan air danau ini juga dari air hujan yang  mengalir melalui saluransaluran kedalam sungai atau danau ini. Oleh karena air   sungai dan danau ini  sudah terkontaminasi atau tercemar oleh berbagai macam kotoran, maka bila akan  dijadikan air minum harus diolah terlebih dahulu.

  1. Mata Air

Air yang keluar dari mata air biasanya keluar dari air tanah yang muncul secara alamiah.  Oleh karena itu air dari mata air ini, bila belum tercemar oleh kotoran sudah dapat  dijadikan air minum langsung. Tetapi karena kita belum yakin apakah betul belum  tercemar, maka alangkah baiknya air tersebut direbus dahulu sebelum diminum.

  1. Air sumur dangkal

Air ini keluar dari dalam tanah, maka juga disebut air tanah. Air berasal dari lapisan  air di dalam tanah yang dangkal. Dalamnya lapisan air ini dari permukaan tanah  dari tempat yang satu ke yang lain berbeda–beda. Biasanya berkisar antara 5 sampai  dengan 15 meter dari permukaan tanah. Air sumur pompa dangkal ini belum begitu  sehat karena kontaminasi kotoran dari permukaan tanah masih ada. Oleh karena itu,  perlu direbus dahulu sebelum diminum.

  1. Air Sumur Dalam

Air ini berasal dari lapisan air kedua di dalam tanah. Dalamnya dari permukaan tanah  biasanya diatas 15 meter. Oleh karena itu, sebagian besar air sumur dalam ini sudah  cukup sehat untuk dijadikan air minum yang langsung(tanpa melalui pengolahan).

D.  Upaya–upaya Sanitasi Air di desa Undrus

upaya yang kami lakukan untuk menudukung sanitasi air di desa undrus yaitu :

  1. Sadar akan kelangsungan ketersediaan air dengan tidak merusak atau mengeksploitasi  sumber mata air agar tidak tercemar.
  2. Tidak membuang sampah ke sungai.
  3. Mengurangi intensitas limbah rumah tangga.
  4. Melakukan penyaringan limbah pabrik sehingga limbah yang nantinya bersatu dengan air sungai bukanlah limbah jahat perusak ekosistem.
  5. Melakukan penanaman pohon.
  6. Tidak melakukan kegiatan rumah tangga seperti MCK di sungai atau di dekat sumber air lainnya.
  7. Membuat sumur resapan

Sumur resapan adalah sarana untuk penampungan air hujan dan meresap ke dalam tanah.  Sumur serapan berfungsi untuk membantu penyerapan air hujan ke dalam tanah dan  kembali ke siklus air yang semestinya sehingga tidak menggenang di permukaan.

E. Memberikan Manfaat Sanitasi Air

  1. meningkatkan kualitas kesehatan, pendidikan dan produktivitas masyarakat
  2. menurunkan angka kemiskinan, akibat buruknya sanitasi
  3. memberdayakan masyarakat
  4. menyelamatkan masyarakat
  5. menjaga lingkungan hidup

F. INOVASI Sanitasi Air

Inovasi yang kami lakukan setelah sanitasi air diterapkan di desa undrus yaitu kami mengelola air bersih dengan menjual air ke depot-depot air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, untuk harga air yang dijual Rp. 4000,-/liter. Uang hasil penjualan akan dikumpulkan dan digunakan untuk perbaikan sarana dan prasarana desa, perbaikan saluran air dan untuk sarana dan prasarana tempat kesehatan.

Media yang akan kami gunakan untuk media publikasi untuk mempromosikan hasil dari sanitasi air yang kami garap nyaitu sosial media wattshap,Instagram,blog, dan sosial media lainnya untuk meningkatkan penjualan air bersih ke depot-depot air maupun ke masyarakat luas.

 

  • DAFTAR PUSTAKA

Chandra,budiman.2007.Pengantar Kesehatan lingkungan.jakarta:buku Kedokteran EGC.

Faziniramadhani.blogspot.com/2016/02/sanitasi-air.html

 

Ini dibuat sebagai materi Tugas MK " Teknologi dan Infomasi" pada jurusan Kebidanan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi www.stikesmi.ac.id yang diampu oleh Geri Sugiran AS,STP www.geri.my.

Filed under: Uncategorized

ASSOLATU IMAADUDDIN

SINOPSIS

Menceritakan tentang empat mahasiswa kebidanan yang sedang manjalankan rutinitas perkuliahan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi. Ditengah kesibukan perkuliahan mahasiswa ada yang melalalaikan salat karena lebih memdahulukan tugas kuliah. Dan bagaimana kelanjutannya? Saksikan video dibawah ini

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN FILM PENDEK

  1. Kelebihan video ini dari pesan yang disampaikan sangat menyentuh relung hati saya yang paling dalam , untuk kekurangan nya mungkin bagian akhirnya atau klimaks nya kurang tersampaikan dengan jelas kepada penonton.
  2. Dari video ini mengingatkan lagi kepada kita untuk selalu disiplin waktu dalam hal belajar dan beribadah,kekurangannya diakhir video,percakapan yang dilakukan kurang terdengar jelas.
  3. dari video ini kita belajar bahwa sesibuk apapun kita tetap harus mementingkan akhirat,kekurangannya artikulasi kurang jelas.
  4. kelebihan dari video ini ada pesan dan agamanya bagus, kekurangan dari video ini endingnya kurang jelas.
  5. videonya bagus, note nya mungkin akhir ceritanya kurang
  6. Pesan religius dari video ini tersampaikan,cuma rada kurang dipahami kenapa yang beribadah hanya diperlihatkan satu orang saja padahal yang pergi berdua.

FILM PENDEK ASSOLATU IMADUDDIN

Saksikan film pendek
nbspAsolatu Imaduddin;

JOB DESK

  1. saya berperan sebagai pemeran yang mengajak kebaikan kepada teman saya,walaupun teman saya tidak ada respon yang baik terhadap ajakan saya,dan diakhir cerita saya memberikan sedikit masukan kepada teman saya dan akhirnya teman saya memberikan respon positif.
  2. saya juga sebagai skenario, cukup sulit untuk membuat skenario karena ini membutuhkan pemikiran atau ide yang bagus agar penonton menarik,tetapi dengan bantuan dari teman-teman kita menemukan ide dan solusi yang bagus,walaupun masih banyak kekurangan.

Video ini dibuat untuk memenuhi tugas MK "informasi dan teknologi" program studi DIII kebidanan sekolah tinggi ilmu kesehatan kota Sukabumi, www.stikesmi.ac.id yang diampu oleh Geri Sugiran AS,STPwww.geri.my.id  @kang.geri

Filed under: Uncategorized

SISTEM TELEMEDIKA BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI UNTUK PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT DI INDONESIA

SISTEM TELEMEDIKA BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI
UNTUK PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT DI INDONESIA
(ICT-BASED TELEMEDICINE SYSTEM FOR COMMUNITY HEALTHCARE IN INDONESIA)

Soegijardjo Soegijoko,
soegi@ieee.org , Yoke Saadia Irawan, Ediana Sutjiredjeki
Kelompok Keilmuan & Program Teknik Biomedika,
Sekolah Teknik Elektro & Informatika, Institut Teknologi Bandung
Jalan Ganesha 10, Bandung 40132 – Tel/Fax: 022-2534117

Jurnal Teknodik Vol.

Terindeksasi oleh : Scholar Google,=ISJD dan Indonesia One Search

Hasil pencarian menggunakan Search Engine Index by Scholar Google 16 Oktober 2018 jam 13:00

file jurnal berupa PDF JURNAL

A. SISTEM TELEMEDIKA & APLIKASI

  1. Pengertian Telemedika

Telemedika merupakan aplikasi teknologi elektronika, komputer dan telekomunikasi dalam teknik biomedika, untuk melakukan pertukaran informasi kedokteran dari satu tempat ke tempat lain, guna membantu pelaksanaan prosedur kedokteran, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup manusia melalui peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan demikian, dalam sistem telemedika selalu dilakukan pemrosesan informasi kedokteran dan pengiriman & penerimaan informasi kedokteran, serta hasilnya harus menunjang pelaksanaan prosedur kedokteran.

  1. Bagian-bagian Sistem Telemedika

Suatu sistem telemedika secara umum terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut:

  • Sejumlah Unit (Medical stations) berbasis komputer (PC) atau mikrokontroller
  • Infrastruktur telekomunikasi yang tersedia (baik khusus/dedicated maupun berupa jaringan publik)
  • Sejumlah Modul perangkat lunak telemedika
  • Sejumlah Modul perangkat keras telemedika
  • Sejumlah alat kedokteran/kesehatan dan/atau alat tambahan lainnya
  • SDM (personil pelayanan kesehatan/operator dan teknik).
  • Bagian-bagian tersebut dapat berupa peralatan yang telah tersedia secara komersial (yang relatif sangat mahal).
  1. Aplikasi Dasar Sistem Telemedika

Ada banyak jenis aplikasi dasar yang dapat diperoleh dengan sisteM telemedika berbasis teknologi informasi & komunikasi (ICT), antara lain:

  • Pencatatan dan Pelaporan data pasien
  • Basis Data dan Evaluasi pelayanan kesehatan
  • Pencatatan dan Pelaporan data obat
  • Tele-koordinasi
  • Tele-konsultasi sederhana
  • Pendidikan jarak jauh (bagi masyarakat dan bagi petugas kesehatan)Dari aplikasi dasar tersebut dapat dikembangkan(diturunkan) pula menjadi sejumlah aplikasi lanjut
  1. Sistem Telemedika berbasis Internet

Suatu ICT-based pilot telemedicine system telah dirancang dan di-implementasikan di Dinas Kesehatan Kotamadya (DKK) Bandung dan 20 puskesmas dalam ruang lingkupnya. Jaringan internet telah dipergunakan sebagai infrastruktur telekomunikasi dengan tujuan menekan biaya operasional. Metoda akses internet yang digunakan merupakan kombinasi dari : metoda dial-up melalui PSTN, dialup melalui telepon genggam, dan wireless LAN. Gambar – 1 menunjukkan diagram blok sederhana sistem telemedika puskesmas yang telah dikembangkan dan di-uji-coba.

 

 

Catatan :

review ini dibuat sebagai materi tugas  MK "teknologi dan informasi" pada jurusan kebidanan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi (www.stikesmi.ac.id ) yang diampu oleh Geri Sugiran AS, STP (www.geri.my.id)